Khalifah Abu BAkar Siddiq

November 7, 2009 at 1:36 pm (Uncategorized)

KHALIFAH ABU BAKAR SIDDIQ

1. SILSILAH KELUARGA ABU BAKAR
Pada masa jahiliyah Khalifah Abu Bakar bernama Abdul Ka’bah, kemudian diganti oleh Nabi Muhammad SAW dengan nama Abu Bakar Siddik. Nama Abu Bakar adalah nama kuniyah atau nama julukan. Beliau di beri nama Abu Bakar karena pagi-pagi betul (paling awal) beliau telah masuk islam. Ada pula ahli sejarah yang menyatakan bahwa adi berinya julukan Abu Bakar itu, karena beliau anak pertama yang hidup, kakak-kakaknya meninggal ketika amsih bayi. Ibunya bernazar, jika di karuniai anak yang hidup, maka akan di beri nama abdul ka’bah.
Abu Bakar di beri gwelar as-siddq (artinya yang amanat membenarkan) karena beliau amat segera dan selalu membenarkan Rosulullah dalam berbagaui peristiwa yang di alami Rosulullah, terutama pada peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Adapun silsilah (keturunan) Abu Bakar siddiq dari ayah adalah Abu Bakar (Abdullah) bin Quhafah (usman) bin Umar Ka’ab bin Sa’id bin Taimi bin Murrah bin Luayyi bin Ghalib bin Fahrin Attami dari suku Quraisy. Sedangkan keturunan dari ibunya adalah Abu Bakar bin Ummul khair binti Shahr bin Umar bin Ka’ab bin Taimi bin Murrah. Jadi silsilah Abu Bakar Siddiq dari ayah dan ibunya bertemu pada kakeknya yang bernama Umar bin Ka’ab.
Sailsilah Abu Bakar Siddiq dengan Rosulullah Nabi Muhammad SAW bertemu pada Murrah bin Ka’ab.
Kedudukan Abu Bakar Siddiq dalam masyarakat kafir Quraisy
Quraisyu adalah salah satu dari nama suku/bangsa yang berada di wilayah jazirah Arab. Tiap-tiap suku tertdiri atas beberapa anak keturunan yang disebut klan atau wangsa. Menuruttradisi bangsa Arab, anak keturunan atau klan itu disebut bani, misalnya Bani Hasyim, Bani Taym, dan Bani Zuhrah.
Abu Bakar adalah termasuyk keturunan/klan Taym dari suku Quraisy. Abu Bakar dilahirkan dari keluarga bangsawan, yang mempunyai kedudukan yang penting dan terhormat di antara klan-klan yang lainnya.
Setelah menginjak dewasa, beliau memilih pekerjaan di bidang perdagangan. Abu Bakar di kenal sebagai orang yang jujur fdan di siplin, terutama dalam hal memegang amanah. Sewhingga dengan sikap-sikap seperti ituusaha dagangannya mencapai sukses besar. Sebelum masuk islam,beliau telah memiliki tabungan (simpanan) sebanyak 40.000 (empat puluh ribu) dirham.
Selain ahli dalam perdagangan, Abu Bakar terkenal cerdas dan luas ilmu penetahuannya. Beliau termasuk ahli di bidang sastra, sejarah, dan tafsir mimpi, juga seorang diplomat dan politikus yang cukup di segani di kalangan kaum kafir Quraisy
Sebagai orang yang terhormat di kalangan orang-orang Quraisy, maka Abu Bakar berjanji mengurusi segala urusan yang besar, terutama dalam hal menguasai dan mengurusi benda. Hal inilah yang menempatkan Abu Bakar pada kedudukan yang terhormat, melebihi kedudukan bangsawan yang mulia.

Abu Bakar mempunyai kedudukan yang terhormat di kalangan kaum kafir Quraisy karenha beberapa hal di antaranya:
1. tertmasuk keturunandari kalangan bangsawan,
2. mempunyai kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas,
3. kaya akan harta,
4. sebagai penanggung benda yang terpercaya.
2. KEHIDUPAN ABU BAKAR SEBELUM MASUK ISLAM DAN PERGAULANYA DENGAN NABI MUHAMMAD SAW
a. Kehidupan Abu Bakar sebelum masuk islam
Abu Bakar siddiq lahir di kota makkah, beliau hidup di tengah-tengah keluarga bangsawan suku quraisy. Sebelum datang islam, kaum Quraisy menganut kepercayaan animisme, yaitu: menyembah berhala. Mereka gemar berpesta pora, mabuk-mabukan, minum arak dan sebagainya.
Pada umumnya masyarakat quraisy hidup dengan mata pencaharian berdagang. Mereka berdagang dari satu tempat ke tempat lain secara berombongan (kafilah).
b. pergaulan Abu Bakar dengan Nabi Muhammad SAW
Abu Bakar lahir 2tahun setelah NAbi SAW, jadi Abu Bakar lebih muda dari nabi SAW selisih 2 tahun.
Sejak kecil Abu Bakar sudah mengenal nabi SAW karerna mereka sama-sama keturunan dari suku Quraisy. Setelah menginjak dewasa, mereka sama-sama bekerja di Bidang perdagangan, terutama setelah nabi SAW menikah dengan Siti khadijah.
Abu Bakar dan nabi Muhammad sama-sama mengikuti perjanjian Khilfi Fudhul yaitu perjanjian untuk menetapkan keadaan kota makkah sebelum islam.
Selama bergaul dengan nabi Muhammad Saw belum pernah terjadi percekcokan atau perselisihan yang dapat merenggangkan tali persahabatanya. Hal ini lah yang mendorong Abu Bakar semakin tertarik dan lebih akrab dengan Nabi Muhammad SAW.
Sebelum nabi Menerima wahyu, Abu Bakar telah mengetahui cirri-ciri dan sifat-sifat kenabian nabi Muhammad. Abu Bakarlah orang pertama yang menerima dan masuk islam dari golongan dewasa.

3. SIKAP DAN PERJUANGAN ABU BAKAR DALAM MEMBELA NABI SERTA KAUM MUSLIMIN YANG TERTINDAS

Setelah dsatang islam, Abu Bakar selalu di sisi rosul dan selalu banyak andilnya dalam menyebarkan dakwah islam, dengan sikap dan pribadi Abu Bakar yang luhur, banyak orang yang tertarik kepadanya, sehingga banyak di antaraq teman-temanya yang masuk islam. Diantaranya yang masuk islam dan kemudian menjadi pembesar-pembesar islam yaitu: Usman bin Affan, Sa’ad bin Abi Waqos, Abdurrahman bin Auf, TAlhah bin Ubadillah, Zubair bin Awwam, Abu Amir bin Jarrah, dan lain sebagainya.
Pada masa-masa awal perjuanga dan da’wah islam, Rosulullah mengalami banyak hambatan. Kaum kafir Quraisy tidak hanya menolak ajakan atau dakwah Rosulullah, tetapi mereka membenci dan memusuhi bahkan akan berusaha membunuh Rosul dan melenyapkan ajaran-ajarannya. Abu Bakar dengan sikapnya yang berani, tewgas, dan bijaksana terus membela dan mendampingi Rosul dalam berdakwah mengajak umatnya ke jalan yang benar.

4. LANGKAH-LANGKAH KEBIJAKSANAAN ABU BAKAR SETELAH MENJADI KHALIFAH DAN PERJUANGAN UTUK ISLAM

a. kesulitan-kesulitan yang di hadapi Abu Bakar ketika memjadi khalifah

jatuhnya kota makkah dari kaum kafir Quraisy ke tangan kaum muslimin pada tahun 8 H mempunyai pengaruh yang besar terhadap penyiaran islam yang di lakukan oleh Rosulullah SAW. Setelah golongan Saqif dan Hawazin dapat di taklukan pada perang tabuk (thn 9H) maka banyak delegasi-delegasi (utusan) dari golongan atau suku Arab lainya yang datang kepada rosul untuk menyatakan masuk islam

b. langkah-langkah kebijaksanaan Abu Bakar

kholifah Abu Bakar memandang bahwa 3 masalah harus di selesaikan dengan segera, mengingat bahwa masalah-masalah tersebut justru sangat berbahaya karena dapat merusak agama islam dari dalam.
Untuk menghadapi masalah-masalah di atas, kholifah Abu Bakar mengumpulkan para pembesar kaum muslim untuk di ajak musyawarah. Dalam permusyawaratan itu, ada di antaranya kaum muslimin yang berpendapat bahwa tidak mungkin dapat memerangi bangsa Arab seluruhnya. Ada pula yang berpendapat bahwa terhadap pembangkang yang tidak mau membayar zakat, tidak ada suatu alasan untuk memerangi sepanjang mereka masih menyatakan imanya.

c. Perjuangan-perjuangan kholifah Abu Bakar untuk islam
1. membukukan alQur’an
setelah keadaan kembali aman dan tentram, mka kholifah Abu Bakar lebih berkonsentrasi untuk menegakkan isalam dari kemungkinan yang dapat merusak ajaran islam
diantara hal-hal yang terpenting yang segera harus di laksanakan adalah membukukan al-Qur’an.

2. perluasan wialayah islam
perluasan wilayah islam yang terpenting pada masa pemerintahan kholifah Abu Bakar (tahun 11-13 H) adalah perluasan wilayah ke negri Syam.
Negeri Syam saat itu menjadi wilayah jajahan bangsa Romawi.
kholifah Abu Bakar melihat bahwa kekuasaan bangsa Romawi di Syam itu Merupakan ancaman yang besar terhadap kaum muslimin. Mereka selalu mencari peluang yang baik untuk menghancurkan kaum muslimin.

kholifah Abu Bakar menyerahkan bala tentaranya dengan jumlah besar untuk di kirim ke Syam (Syiria). Mereka di bagi menjadi 4 pasukan antara lain:
• Pasukan yang di pimpin oleh Abu Ubaidah bin Jarrah di kirim ke Hims. Sekaligus Abu Ubaidah bin Jarrah di angkat kholifah Abu Bakar menjadi pimpinan tertinggi dari ke empat pasukan itu.
• Pasukan yang dipimpin oleh Yazid Ibnu Abi sofyan di tugaskan ke Damaskus.
• Pasukan yang dipimpin oleh Amru bin As di kirim ke Palestina.
• Pasukan yang dipimpin oleh Syurahibil bin Hasanah di kirim ke lembah Yordania.
Agar misi pertempuran di Syam ini berhasil, khalifah Abu Bakar mengubah strategi perang yaitu:
 Pasukan-pasukan islam di satukan untuk menghadapi laskar Romawi di Yarmuk
 Khalid bin Walid yang semula memimpin pertempuran di Irak, di tarik ke Syam untuk membantu pasukan islam di Syam, sekaligus ia di tunjuk sebagai panglima besarnya.

5. KHALIFAH ABU BAKAR WAFAT
Pada saat pertempuran Ajnadain di Syam sedang berlangsung, khalifah Abu Bakar menderita sakit. Sebelum khalifah Abu Bakar wafat, beliau bermaksud untuk menetapkan calon penggantunya. Cara ini beliau tempuh untuk menghindari perpecahan di kalangan kaum muslimin sendiri. Ketika itu kaum muslimin sedang dalam konsolidasi dan konsentrasi kekuatan untuk menaklukan kerajaan Romawi dan Persia.

Hasil perjuangan khalifah Abu Bakar selama memerintahsebagai khaliofdah yang tertpenting dalam sejarah islam antara lain sebagai berikut ini:
1. menumpas kaum murtad yang sengaja merong-erong dan merusak islam.
2. menumpas kaum pembangkang dan penyeleweng, baik orang-orang yang tak mau mrembayar zakat maupunorang-orang atau kelompok pendukung nabi palsu,
3. mengumpulkan (membukukan) al-Qur’an yanhg kemudian di sebut mushaf.
4. menyatukan wilayah arab di bawah panji-panji islam.
5. memantapkan stabilitas yang dinamik bagi pemantapan islam dalam negri.
6. mengawali sukses besar dalam perluasan wilayah di luar wilayah arab,yaitu syam (syiria).,

2 Komentar

  1. eriza said,

    bagus sekali ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: